Hasil Eibar vs Real Madrid: 3 – 0, Los Galaticos Dipaksa “Membumi”

Jornada ke-13 La Liga Spanyol dibuka dengan hasil mengejutkan dengan keberhasilan Eibar menggulung Real Madrid dengan skor telak 3-0. Gol kemenangan Eibar dicetak oleh Gonzalo Escalante, Sergi Enrich dan Kike. Kekalahan ini jelas menohok pelatih Santiago Solari yang baru mendapat pengesahan dari pelatih interim menjadi pelatih tetap Los Blancos. Sejatinya, tidak ada yang salah dengan penampilan Madrid namun hasil ini lebih merupakan cerminan determinasi dan kerja keras pemain Eibar yang tampil impresif sepanjang laga. Berikut laporan jalannya pertandingan Eibar vs Real Madrid dari Ipurua Municipal Stadium, Sabtu (24/11).

Kedua tim langsung memperagakan permainan tempo tinggi. Meski demikian, tim tuan rumah tampil percaya diri dan meladeni permainan umpan-umpan pendek Real.

Empat menit laga berjalan, Kike mengancam melalui tendangan spekulatif dari luar kotak penalti. Namun sayang bola yang tidak berhasil digapai Courtois itu masih mengenai tiang gawang Madrid.

Beberapa menit kemudian, El Real langsung balas lancarkan tekanan lewat Marco Asensio yang melepaskan umpan tarik ke arah Karim Benzema yang berhasil mengelabuhi kiper Eibar. Namun bola yang sudah diceploskan Benzema berhasil disapu oleh bek Eibar tepat di mulut gawang.

Di menit 16, suporter tuan rumah bersorak. Dari skema serangan balik, Marc Cucurella mengirimkan umpan tarik yang berhasil dieksekusi oleh Sergi Enrich namun bola berhasil ditahan oleh Courtois. Namun bola jatuh ke kaki Gonzalo Escalante dan sang gelandang berhasil mendorong bola ke gawang Courtois.

Wasit sempat menjeda laga dan melakukan pemeriksaan VAR, dan hasilnya gol itu dinyatakan sah sehingga skor berubah 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Tertinggal 1-0 membuat Real Madrid menaikkan tempo serangan. Namun Eibar bermain sabar dan disiplin serta siap melancarkan serangan balik yang kerap merepotkan lini belakang El Real. Di menit 35 El Real sempat mengancam gawang Eibar melalui tendangan bebas Gareth Bale, namun bola berhasil ditepis oleh kiper Eibar Riesgo. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Eibar tidak  memilih bertahan dan menunggu serangan lawan. Mereka masih mengancam Real Madrid dengan serangan-serangan balik mematikan mereka.

Kegigihan Eibar dalam menyerang sukses menghasilkan gol kedua mereka di menit 52. Berawal dari kesalahan Alvaro Odriozola , bola berhasil direbut oleh Cucurella yan gmeneruskan dengan umpan tarik ke Sergi Enrich yang tidak terkawal. Tanpa kesulitan sang striker melepaskan tembakan melengkung mendatar yang tidak bisa dijangkau oleh Courtois. Skor berubah menjadi 2-0.

Pelatih Solari langsung bergerak cepat atas gol itu. Ia menarik keluar Odriozola dan Luka modric dan menggantikannya dengan Dani Carvajal dan Isco.

Carvajal yang baru masuk langsung memberikan dampak instan dengan mengirim umpan matang ke arah Marco Asensio, namun bola berhasil diantisipasi oleh kiper Eibar.

Mimpi buruk Real Madrid berlanjut di menit 57.  Setelah Cucurella berhasil merebut bola dari barisan pertahanan Real Madrid, ia mengirimkan umpan matang yang kemudian disambar oleh Kike yang mencatatkan namanya di papan Skor setelah

Di sisa babak kedua ini Eibar semakin percaya diri. Dengan serangan balik yang mematikan dan dikombinasikan dengan buruknya barisan pertahanan El Real, membuat Thibaut Courtois harus jatuh bangun untuk menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.

Madrid bisa saja menderita gol lagi. Di menit 76 Courtois melakukan penyelamatan gemilang membelokkan Charles .

Real Madrid terus mencoba menggempur pertahanan Eibar, namun hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor 3-0 tidak berubah untuk keunggulan tuan rumah.

Berkat kemenangan ini Eibar berhasil naik enam peringkat ke peringkat 7 klasemen sementara La Liga, sementara Real Madrid tetap tertahan di peringkat 6. Namun posisi ini masih bisa berubah, karena banyak tim yang masih belum bermain.

Susunan Pemain
Eibar (4-4-2): Riesgo; Angel, Ramis, Oliveira, Pena; Cucurella, Jordan, Escalante, Orellana (Alvarez 83′) ; Enrich (Charles 74′) , Kike (De Blasis 88′)

Real Madrid (4-3-3): Courtois; Marcelo, Varane, Ramos, Odriozola (Carvajal 54′); Ceballos, Kroos, Modric (Isco 63′); Asensio (Vinicius 75′), Benzema, Bale

Marco Asensio Siap Jadi Jenderal Baru Real Madrid

Real Madrid beruntung memiliki aset pemain seperti Marco Asensio. Muda, potensial dan punya spesialis tendangan jarak jauh akurat. Bukan itu saja, Asensio juga punya bibit leadership, jiwa kepemimpinan yang sangat dibutuhkan pada masa transisi yang tengah berlangsung di Bernabeau.

Beberapa punggawa Madrid memang mulai termakan usia. Sebut saja Sergio Ramos, sang kapten tim, sudah berusia 32 tahun. Luka Modric kini juga sudah berusia 33 tahun. Sementara Marcelo berusia 30 tahun. Ada ruang bagi Asensio dan beberapa pemain lain.

“Saya sudah menjadi Madridista sejak masih muda, saya selalu punya keinginan bermain di Real Madrid dan sekarang saya punya kesempatan untuk menjadi pemain penting di Madrid dan tentu saya akan mengambilnya,” ujar Asensio.

Setelah berhasil menembus skuad senior, Asensio lansgung mencuri perhatian lewat aksi dan gol-gol di saat menentukan. Alhasil, namanya pun segera bergaung di bibir para Madridista.
Tak berlebihan jika menyebut Asensio sebagai calon pemimpin Madrid di masa depan. Secara teknis, Asensio punya kemampuan komplit. Satu-satunya persoalan yang masih mengganjal memang soal konsitensi. Meskipun begitu, Asensio yakin seiring kesempatan tampil yang diberikan, dia siap mengemban peran sebagai pemain penting Madrid. Asensio pun merasa dia punya kesempatan itu.
Kabar terbaru pun semakin menibarkan asa dan tekad Asensio. Pada awal musim 2018/19 ini, ia sempat dikabarkan bakal menanggalkan nomor punggung 20 dan diprediksi akan mengenakan nomor 7 menyusul kepindahan Cristiano Ronaldo.
Namun ternyata ia tak mengambilnya dan menyatakan ia lebih senang dengan nomor punggung 10 dan akan memakainya di masa depan. Kini nomor tujuh yang sempat dibiarkan kosong akhirnya dipakai oleh Mariano Diaz. Pemain asal Rep. Domika tersebut dibeli oleh Real Madrid dari klub Ligue 1, Lyon.
Marco Asensio sudah pernah memakai nomor 10 saat membela timnas Spanyol. Nomor itu dia pakai pada laga melawan Bosnia beberapa waktu lalu. Sementara, nomor punggung 10 di Real Madrid saat ini masih dipegang oleh Luca Modric.
“Saya tidak berbohong,” buka Asensio dikutip dari Marca. “Nomor favorit saya adalah nomor 10 dan kapan pun saya punya kesempatan, maka saya akan segera memakainya. Sekarang nomor itu menjadi milik Luka Modric dan dia masih di Real Madrid sampai beberapa tahun yang akan datang,” sambung eks pemain Real Mallorca.
“Tapi, saya ingin memiliki nomor 10 itu di masa depan,” tegasnya.

Marco Asensio sempat dikabarkan menjadi incaran beberapa klub besar Eropa lain. Salah satu klub yang disebut tertarik untuk memakai jasanya adalah Liverpool.
“Tidak, tidak ada tawaran yang masuk kepada saya [sambil tertawa]. Itu adalah urusan agen saya. Saya tidak memikirkan apa pun selain fokus di Real Madrid. Saya sudah menegaskan bahwa saya ingin sukses di Real Madrid dan terus berada di sini,” tutup Asensio.

“Mengapa tidak, itu pasti. Pada akhir pekan, tentu saja saya ingin terus meraih sukses di Real Madrid. Saya ingin menjadi pemain penting di sini. Saya tidak pernah menyembunyikan hal tersebut,” tandas Asensio dikutip dari Marca.

Soal Adaptasi, Disiplin dan Kecanduan Game Bikin Dembele Belum Optimal

Memasuki musim kedua di Barcelona, Ousmane Dembele ternyata dinilai belum tampil optimal. Selain kendala beradaptasi, belakangan pemain asal Prancis juga mulai terkena masalah disiplin karena beberapa kali telat ke sesi latihan tim.

Sikap indisiplin Dembele menjadi sorotan ketika dirinya telat datang dalam sesi latihan jelang laga melawan Inter Milan. Saat itu Dembele beralasan sedang sakit perut. Keluhannya itu kemudian direspon dokter tim.
Berdasarkan pemeriksaan medis, tidak ada gejala sakit perut yang dialami oleh pemain berusia 21 tahun. Dembele lantas tidak masuk dalam skuat Barcelona ketika kalah dari Real Betis. Kabarnya ini merupakan bentuk sanksi dari pelatih Ernesto Valverde.

Mundo Deportivo menuliskan bahwa pokok masalah yang kini sedang dihadapi oleh Dembele sebenarnya adalah kecanduan bermain game slot machine online. Dan, Dembele tidak bisa melakukan pengelolaan waktu.

Tidak disebutkan game apa yang dimainkan oleh eks Borussia Dortmund. Namun, kecanduan game membuat sang penyerang tak mampu mengelola waktunya dengan baik. Dia tidak memanfaatkan waktu luangnya untuk istirahat dan memulihkan kondisi kebugaran. Hal ini yang membuatnya terlambat hadir pada sesi latihan.

Barcelona tidak tinggal diam dengan situasi yang menimpa Ousmane Dembele. Pihak Barca akan memberikan perawatan khusus agar Dembele bisa terbebas dari kecanduan bermain game.

Masalah berdaptasi dan kurang disiplin membuat Dembele juga menghadapi sanksi sosial dari sesama punggawa Barcelona. Luis Suarez pun tak segan memberinya nasihat agar lebih bertanggung jawab atas profesi sebagai pesepakbola.

“Yang terjadi pada Dembele bukan kerena dia belum beradaptasi dengan ruang ganti, hubungan Dembele dengan rekan satu tim sangat bagus. Dia bahagia,” ucap Suarez seperti dikutip dari Four Four Two.

“Tetapi, seperti yang dikatakan oleh beberapa rekan di tim, juga oleh Dembele sendiri, jadi pemain sepakbola adalah hak istimewa. Saya pikir, dia harus lebih fokus dan bertanggung jawab pada profesionya,” sambung pemain asal Uruguay.

Luis Suarez menambahkan, Ousmane Dembele saat ini masih sangat muda. Karirnya masih panjang. Eks pemain Borussia Dortmund pun diminta untuk belajar dari para pemain lain yang lebih senior dalam skuat Barca. Suarez pun yakin Dembele layak bermain di Barca.

“Dia pemain yang masih sangat muda dan bisa mengambil contoh sikap profesional dari pemain di ruang ganti Barcelona. Dia layak berada di sana untuk menjadi juara bersama Barcelona,” tutup striker timnas Uruguay tersebut.

Pihak Barcelona pun menyampaikan tidak ada masalah dengan Dembele. Pemain berusia 21 tahun pun tidak akan dilepas ke klub lain pada awal tahun 2019 mendatang. Pasalnya, Barca telah mengeluarkan uang dalam jumlah yang besar saat membeli Dembele dari Dortmund pada awal musim 2017/18 yang lalu.